Gerakan Tanam Perdana di Lahan Kering Keyongan
Boyolali – Gerakan Tanam Perdana Bantuan Benih Padi Lahan Kering digelar oleh Kelompok Tani Sido Makmur, Desa Keyongan, Kec. Nogosari, Kab. Boyolali (06/11/25). Acara dihadiri oleh Kepala BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kab. Boyolali, Koramil, Kecamatan, dan Pemerintah Desa. Dalam sambutannya, Camat Nogosari, Sarwanto, menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan benih unggul Inpari 32 secara optimal. Ia juga menyoroti peningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi dari satu kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun berkat dukungan listrik dan air.
Kepala BRMP Jateng, Dr. Soeharsono, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif petani. "Rezeki pertama di lahan kering adalah air. Semangat menyelamatkan air inilah yang menjadi kunci kesuksesan," ujarnya. Ia mendorong percepatan tanam dan pengelolaan air yang baik, serta menawarkan dukungan teknologi dan pembelajaran dari BRMP.
Keunikan Nogosari sebagai sentra pangan dengan penanaman secara serempak juga menjadi perhatian. Dari diskusi yang dipandu oleh PPL, terungkap kebutuhan petani akan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan mesin perontok untuk mendukung efisiensi. Dukungan terhadap ketahanan pangan semakin kuat dengan kehadiran Baperman (Barisan Perlindungan Tanaman) di Boyolali. Inovasi ini, yang bahkan meraih juara dalam ajang Krenova, menawarkan jasa penyemprotan dengan biaya terjangkau, mendukung pengendalian hama terpadu.